Senin, 11 Februari 2008

Tidak Cukup Hanya Dengan Menanam Pohon

Oleh:

Agung Wardana


Fenomena untuk mengimitasi popularitas Al Gore nampaknya sedang menggejala di Bali saat ini. Banyak politisi mencoba meraih dukungan dengan berpose seolah-olah sabahat alam, untuk mengikuti jejak tenar peraih Nobel tersebut. Namun apakah politisi yang menunjukkan diri telah menanam pohon dan dilabel sebagai ’greens politician’ kemudian layak memimpin Bali kedepan??

Jika dilihat dari segi positif maka apa yang dilakukan oleh politisi ini mampu memobilisasi simpatisannya untuk ikut serta dalam kegiatan bertajuk ’peduli lingkungan’ karena budaya patron dalam masyarakat Bali kuat mengakar. Hal ini menyebabkan apa yang dilakukan oleh idola, pimpinan, atau pun sesepuh, akan diikuti oleh kawulo atau fans-nya. Namun disisin lain, nampaknya ada yang terlupakan dalam gerakan penyelamatan lingkungan hidup seperti ini. Ketika politisi, korporasi besar telah bermatamorfosa sebagai ’greens’ bukan berarti lingkungan hidup telah kehilangan musuhnya. Karena kesadaran penyelamatan lingkungan yang sedang dibangun bersifat atomistik, dikembalikan kepada individu masing-masing, bukan membangun kesadaran kolektif yang nantinya akan bermuara menjadi sebuah gerakan kolektif.

Atomatisasi kesadaran lingkungan hidup ini, kemudian hanya berkonsentrasi pada aspek-aspek penyelamatan lingkungan yang non-politis. Sehingga masalah lingkungan dilihat secara sepotong-sepotong bukan menjadi satu kesatuan dengan masalah tatanan sosial, ekonomi dan sistem politik kita. Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa ada korelasi antara kemiskinan, urbanisasi, kriminalitas, gender dengan lingkungan hidup. Karena hal tersebut tidaklah berdiri di ruang hampa. Bagaimana mungkin hanya dengan menanam pohon namun tetap menganut sistem ekonomi kapitalistik (rakyat kecil harus bertarung bebas dengan raksasa korporasi), ataupun tetap mempertahankan sistem politik sentralistik dan tatanan sosial yang timpang, akan dapat menjawab seluruh permasalahan rakyat.

Green Politics Sebagai Pandangan Holistik
Kasus demi kasus yang bertalian dengan mass tourism di Bali, nampaknya di lupakan begitu saja dengan anggapan bahwa kasus tersebut sebagai pengorbanan kecil demi keberlanjutan industri pariwisata. Dari pencaplokan lahan rakyat, perusakan tatanan nilai sosial-kultural, perbudakan tenaga kerja dan pelecehan seksual, sampai eksploitasi sumber daya alam untuk kepuasan konsumen pariwisata. Hal ini akan berpotensi melahirkan konflik perebutan akses penghidupan, dan membawa paradaban Bali menuju kepunahan esensial.


Untuk itu, pendekatan yang integral dalam melihat permasalahan yang sedang dialami oleh peradaban Bali amatlah mutlak diperlukan. Politik Hijau (Green Politics) yang mempunyai nilai dasar, yakni; Kearifan Lingkungan (Ecological Wisdoms), Demokrasi Bumi (Grass-root Democracy), Keadilan Sosial (Social Justice), Perdamaian (Non-Vionlence) merupakan seperangkat nilai yang tidak akan dapat berjalan maksimal jika dipisahkan dan mengharuskan gerak pada keempat porosnya secara simultan.

Bali dengan kondisi lingkungan hidup yang terus menerus mengalami kemerosotan, maka tidak mustahil peradaban Bali juga akan menyusul untuk kolaps. Jadi perbaikan kondisi lingkungan hidup memerlukan juga perubahan mendasar pada tatanan sosial, ekonomi kapitalistik dari industri pariwisata, juga pengembalian hak-hak dasar untuk mengelola lingkungan hidup dan sumber daya alam ke tangan komunitas-komunitas masyarakat setempat.

Jika ada kandidat Gubernur yang berani menyatakan diri untuk konsisten mengawal nilai Green Politics ini, niscaya dia akan terpilih dan akan dikenang sebagai tokoh yang berani melakukan perubahan mendasar. Jika memang tidak ada pemimpin yang berani, maka tidak ada jalan lain, critical mass (masyarakat yang kritis) akan menentukan sendiri jalannya dalam menyelamatkan peradaban.

Penulis, Aktivis Lingkungan

9 komentar:

Anonim mengatakan...

"Bali dengan kondisi lingkungan hidup yang terus menerus mengalami kemerosotan, maka tidak mustahil peradaban Bali juga akan menyusul untuk kolaps. Jadi perbaikan kondisi lingkungan hidup memerlukan juga perubahan mendasar pada tatanan sosial, ekonomi kapitalistik dari industri pariwisata, juga pengembalian hak-hak dasar untuk mengelola lingkungan hidup dan sumber daya alam ke tangan komunitas-komunitas masyarakat setempat."

jelas sudah nampaknya Bung, dari tulisan anda, bahwa kemerosotan tidak dilakukan oleh orang Bali, yang hidup berselaras dengan alam dan telah terbukti berabad-abad.

KRISTINA DIAN SAFITRY mengatakan...

saya sependapat:"Dari pencaplokan lahan rakyat, perusakan tatanan nilai sosial-kultural, perbudakan tenaga kerja dan pelecehan seksual, sampai eksploitasi sumber daya alam untuk kepuasan konsumen pariwisata. Hal ini akan berpotensi melahirkan konflik perebutan akses penghidupan, dan membawa paradaban Bali menuju kepunahan esensial.

Semakin lama kok semakin memprihatinkan ya, kondisi ditanah air. Terkadang saya terpikir bertahan di rantau orang.

rumahtulisan mengatakan...

pokoke aku setuju gen ajak agung. :D

yAnStOnE mengatakan...

Yah memang alam bali sudah hilang tiap harinya dijadikan Kompleks,yah kayak ingat nggak kalau dari sanur ke nusadua bypass itu dulunya hijau tapi sekarang penuh warna(bangunannya)yah nggak tau siapa yang disalahkan?yah kalau yang punya tanah perlu duit,dan yang berduit memebabat aja,kalau yang berwenang dapat sokongannya tanpa perduli epek panjangnya,jadi gimana caranya menanggulanginya, mungkin rakyat/masyarakat belum mengerti tentang lingkungannya,,,,,
saya orang blogs berharap semua orang peduli dg diri,lingkungan ,alam tempat berpijak,
Suksma,YaNsToNE/nOEsa

Wenhao Guo mengatakan...

ralph lauren
lebron james shoes,lebron 12,lebron 12 shoes,lebron sneakers,lebron iv,lebron 11,lebron 10
cheap uggs
ugg boots outlet
nike huarache
nike free run uk
cheap toms
ray ban sunglasses
longchamp outlet online
nike running shoes
toms outlet
michael kors handbags sale
ray ban sunglasses outlet,ray ban usa,ray ban sunglasses,ray ban,rayban,ray bans,rayban sunglasses,cheap ray ban,ray ban outlet,ray-ban,raybans,ray ban wayfarer,ray-ban sunglasses
kansas city chiefs
chicago bears
rolex watches
michael kors handbags wholesale
canada goose outlet
michael kors handbags,michael kors outlet,michael kors,kors outlet,michael kors outlet online,michael kors outlet online sale,michael kors handbags clearance,michael kors purses,michaelkors.com,michael kors bags,michael kors shoes,michaelkors,cheap michael kors
hermes outlet online
supra footwear
washington redskins
polo ralph lauren outlet
michael kors outlet online
wedding dresses
oakley sunglasses cheap
mlb jerseys wholesale
chanel handbags
coach outlet store
mac makeup
north face outlet
belstaff jackets
ddddd1105

dongdong mengatakan...

20161.14wengdongdong
nike air max
louis vuitton handbags
ugg sale
coach outlet
louis vuitton borse
jordan 4 toro
oakley vault
nike air max uk
oakley sunglasses wholesale
ray ban outlet
burberry outlet
louboutin outlet
abercrombie & fitch
hollister clothing store
polo ralph lauren outlet
ugg sale
canada goose jackets
coach outlet online
michael kors bags
kate spade outlet
fitflops shoes
toms outlet
michael kors outlet
coach outlet
mont blanc pens
oakley sunglasses
ray ban sunglasses
toms outlet
timberland boots
burberry outlet
louboutin
true religion jeans
ugg outlet
canada goose sale
michael kors outlet
coach factory outlet
fitflops outlet
marc jacobs handbags
michael kors handbags
toms outlet store

千禧 Xu mengatakan...

ravens jerseys
cheap ray bans
louis vuitton pas cher
jimmy choo shoes
cleveland browns jerseys
michael kors handbags wholesale
new england patriots jerseys
los angeles lakers jerseys
converse trainers
colts jerseys

Unknown mengatakan...

nike huarache
gucci outlet
yeezy boost 350
tennessee titans jersey
ralph lauren outlet
michael kors outlet
nike store
ed hardy
ray ban sunglasses
coach handbags

chenmeinv0 mengatakan...

adidas zx flux uk
adidas trainers
oakley sunglasses
fila shoes
michael kors handbags
ed hardy clothing
longchamp bags
ralph lauren outlet
nike huarache uk
ralph lauren outlet
2017.3.17xukaimin