Kamis, 11 Desember 2008

Poznan Menjadi Medan Kurusetra Perubahan Iklim

oleh:


Agung Wardana


Ditengah dinginnya suhu Poznan, Polandia yang hanya 2 derajat celcius, nampaknya mulai muncul percikan kehangatan menuju COP 14 UNFCCC (KTT Perubahan Iklim ke 14). Mulai dari reklame komersil yang mencantumkan kata 'climate' (iklim), seperti sebuah universitas mengiklankan diri pada sebuah billboard dengan kata-kata “Good Climate to Study Economy” (Iklim yang baik untuk belajar ekonomi), hingga sloga resmi pemerintah yang berbunyi “Let's Make Climate for Change” (Mari Buat Iklim untuk Perubahan).


Dalam dua minggu kedepan, kota tertua di Polandia ini akan menjadi medan pertarungan perubahan iklim setelah Bali, Desember tahun lalu. Masih seperti sebelumnya, COP 14 ini juga akan memfokuskan diri untuk menindaklajuti hasil pertemuan Bali yang biasa disebut Bali Action Plan dengan 4 building block nya, yakni Mitigasi dan Adaptasi, Teknologi Transfer, Finansial. Selain hal tersebut, ada satu isu krusial yang banyak menjadi sorotan, yakni tentang Reduction Emission on Deforestation and Degradation in Developing Countries (REDD).


Berdasarkan pada hasil penelitian Sir Nicholas Stern yang menyatakan bahwa deforestation telah berkontribusi sebanyak 20% pelepasan emisi global. Dengan asumsi tersebut, maka disusunlah sebuah skema yang dapat menurunkan tingkat deforestasi terutama diusulkan oleh negara yang memiliki hutan. Perdebatan mulai muncul tentang metodologi, sumber pendanaan hingga hak penguasaan atas hutan.


Mengenai metodologi, REDD memiliki beberapa premis yang keliru yakni karbon yang keluar akibat pembakaran bahan bakar fosil dapat digantikan dengan karbon dari pepohonan. Bahkan hal mendasar tentang definisi hutan pun masih belum jelas dengan berbagai macam rujukan yang tumpang tindih satu sama lainnya. Misalkan Food and Agriculture Organization (FAO) mendifinisikan hutan juga termasuk perkebunan didalamnya. Hal ini justru akan membuat perusahaan kelapa sawit bersorak riang gembira karena mereka akan memperoleh insentif dari skema ini, walaupun kenyataannya mereka membuka hutan alam untuk perkebunannya.


Beberapa negara mengajukan proposal agar pembiayaan REDD berasal dari carbon market (perdagangan karbon) yang jelas-jelas saat ini telah gagal. Alih-alih dapat menurunkan emisi gas rumah kaca, perdagangan karbon justru menjadi pemicu terjadinya pengalihan tanggung jawab (offsetting). Sebuah negara atau perusahaan di negara Annex 1 tidak perlu menurunkan emisinya jika ia dapat memperoleh karbon kredit dari skema REDD dengan jalan memberikan uangnya kepada negara berkembang untuk menjaga hutannya. Jika dibandingkan dengan upaya menurunkan emisi domestiknya, negera maju akan lebih memilih skema ini dengan alasan bahwa lebih murah dan simple karena mereka tidak perlu merubah kenyamanannya dalam mencemari atmosfir.


Selain itu penolakan juga mengalir dari kelompok masyarakat adat, karena sangat tergantung dari hutan mereka. Apalagi hingga saat ini belum ada negara yang mengakui hak-hak masyarakat adat kecuali Bolivia. Maka wajar muncul kekhawatiran akan kehilangan penguasaan hutan dan teritori adat mereka, apalagi masyarakat adat tidak mendapatkan tempat yang layak pada Kovensi Perubahan Iklim.


Adakah Perubahan Yang Akan Dibuat?

Perjalan menuju COP 15 di Copenhagen, Denmark sebagai tempat penentu atas semua perdebatan ini nampaknya akan semakin membuat panas atmosfir setiap ruangan. Berbagai solusi pun keluar sebagai jawaban atas krisis iklim ini dan kebanyakan proposal solusi yang saat ini diatas meja adalah solusi yang keliru, dari REDD, nuklir sebagai energi alternatif hingga agrofuel sebagai bahan bakar ramah lingkungan.


Namun yang luput dari negosiasi perubahan iklim ini adalah keterkaitan perubahan iklim dengan isu keadilan, hak asasi manusia dan hutang ekologi negara maju pada negara berkembang yang menjadi prinsip keadilan iklim. Meski telah didorong oleh kelompok masyarakat sipil, nampaknya keadilan iklim tidak menjadi prioritas karena perundingan telah larut menjadi transaksi jual beli karbon. Maka tidak mengherankan jika pada COP 13 UNFCCC di Bali lalu, delegasi non-pemerintah yang paling besar adalah kelompok para calo karbon dan pada COP 14 Poznan ini juga terulang kembali.


Dengan keahlian lobby dan kekuatan posisi tawar mereka, maka semua akan berjalan seperti business as usual. Jika demikian, adakah perubahan yang akan dibuat dalam COP 14 Poznan ini? Mari kita lihat bersama apa yang dilakukan pemerintah kita demi masa depan bumi ini.


Penulis, Aktivis Lingkungan

Observer COP 14 Poznan.

7 komentar:

Wenhao Guo mengatakan...

cyber monday
iphone cases
air jordan shoes
ray ban sunglasses outlet,ray ban sunglasses,ray ban,rayban,ray bans,ray ban outlet,ray-ban,raybans,ray ban wayfarer,ray-ban sunglasses,raybans.com,rayban sunglasses,cheap ray ban
oakland raiders
michael kors handbags store
air jordan 13 free shipping
coach outlet store
prada outlet store
woolrich clothing
michael kors outlet online
dallas cowboys
north face outlet online
lebron 12
coach outlet store
nike shoes
rolex watches,swiss watch,replica watches,rolex watches for sale,replica watches uk,rolex watches replica,rolex watches for sales
asics
michael kors uk outlet
new england patriots
gucci handbags
cheap nfl jerseys
louis vuitton outlet
abercrombie fitch
nike air huarache,nike huarache,nike huarache sneakers,nike huarache shoes
cheap jordans
true religion jeans
pittsburgh steelers
vans sneakers
links of london uk
louis vuitton outlet store
wellensteyn coats
ddddd1105

Fangyaya mengatakan...

cheap true religion jeans
lebron 13 shoes
true religion outlet
ugg slippers
cheap oakley sunglasses
coach outlet store online clearances
michael kors outlet clearance
replica rolex watches
lebron 13 shoes
polo ralph lauren
rolex watches
ugg boots
longchamp outlet
denver broncos jerseys
michael kors
true religion uk
kevin durant 9 shoes
ralph lauren
moncler coat
ray ban sunglasses outlet
cheap ray ban sunglasses
air jordan 4
fitflop shoes
true religion jeans
coach factory outlet
coach outlet clearance
michael kors outlet
seattle seahawks jerseys
ralph lauren outlet
louis vuitton handbags
20168.13chenjinyan

caiyan mengatakan...

lebron james shoes
ralph lauren outlet
cheap jordans
cheap jordans
cheap nike air max
adidas yeezy boost
holliste sale
coach factory outlet
louis vuitton handbags
the north face outlet
20161018caiyan

Unknown mengatakan...

nike free 5
michael kors outlet online
supra shoes sale
longchamps
hollister clothing
chicago bulls
cheap ray bans
kansas city chiefs jerseys
ralph lauren pas cher
dolce and gabbana

chenmeinv0 mengatakan...

supra shoes
mont blanc pens
fitflops sale clearance
le coq sportif chaussures
snapbacks wholesale
michael kors outlet
cheap oakley sunglasses
nike air max
coach outlet online
replica rolex watches
2017.3.17xukaimin

qqq mengatakan...

prada outlet
nike outlet
true religion outlet
adidas shoes
dansko outlet store
louis vuitton outlet store
longchamp bags
adidas superstar
mlb jerseys cheap
pandora
170812yuqein

adidas nmd mengatakan...

tods outlet
cheap nfl jerseys
true religion outlet
nike factory outlet
ray ban sunglasses
nike outlet
nike blazer pas cher
carolina jerseys
ray ban sunglasses
kate spade outlet