Jumat, 25 Mei 2012

Bali: Antara 'Surga' dan 'Neraka'


Oleh

Agung Wardana, S.H., LL.M


 Pujian sebagai ‘surga’ dan kecaman sebagai ‘neraka’ merupakan predikat biner yang seringkali dilekatkan pada Bali. Sejak era 1920-an, Bali dijuluki sebagai pulau ‘surga’ dimana keindahan alam dan eksotisme masyarakatnya dikemas kemudian dijual di pasar pariwisata global. Selanjutnya, lahir antitesis yang menyatakan Bali tidak lagi merupakan surga tetapi justru telah berubah menjadi ‘surga yang hilang’ (lost paradise) atau bahkan ‘neraka’ bagi para turis yang datang. Tulisan dari Andrew Marshall di media internasional, misalnya, yang mampu membuat pemerintah di Bali kelabakan dalam merespon dan mengembalikan citra Bali sebagai ‘surga’.

Bagi industri pariwisata, citra surga atau neraka sebenarnya sama pentingnya dalam mendongkrak laju bisnis. Seperti sebuah dialektika, proses ‘penjualan’ Bali memang tidak boleh tergantung pada satu tesis yang mapan, yakni citra sebagai ‘surga.’ Kejenuhan pada label ‘surga’ ini, ada kalanya, dibutuhkan inovasi untuk membuat ‘barang dagangan’ terlihat lebih dinamis sehingga turis menjadi penasaran untuk datang guna menyaksikan secara langsung tentang apa yang telah terjadi di ‘surga.’ Label ‘surga’ berubah menjadi ‘surga yang hilang’ (lost paradise) merupakan hasil formulasi bahasa marketing guna mengajak semakin banyak turis menikmati Bali sebelum ia benar-benar hilang dari peta tujuan wisata dunia.

Produsen VS Konsumen Pariwisata
Belakangan ini, perdebatan tentang Bali dalam konteks industri pariwisata kembali terjadi. Masih seperti sebelum-sebelumnya, perdebatan kali ini juga berlangsung di kalangan ‘ksatria’ (para elit) menggunakan bahasa ‘kawi’ (Inggris). Sedangkan, masyarakat Bali kebanyakan seringkali tidak mampu mengakses perdebatan tersebut karena para ‘punakawan’ (intelektual kelas menengah) lebih senang untuk mencari posisi aman ketika kontroversi industri pariwisata terjadi.

Terdapat dua posisi yang saling berkontestasi dalam hal ini. Posisi pertama diwakili oleh ‘ksatria kerajaan’ pariwisata di Bali, yakni IB. Ngurah Wijaya yang juga Ketua Bali Tourism Board (BTB), lembaga non-pemerintah yang menjadi vanguard bagi pengembangan industri pariwisata Bali. Dalam sebuah wawancara yang dimuat oleh harian berbahasa Inggris, IB. Ngurah Wijaya menyatakan bahwa Bali belakangan ini penuh sesak oleh turis-turis pelit karena masa kunjungan dan pengeluarannya selama di Bali mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, kerumunan turis pelit ini memiliki kontribusi yang sangat minim terhadap ekonomi Bali, lebih tepatnya bagi para pengusaha, tetapi kedatangan mereka justru memperparah permasalahan kronis Bali, seperti kemacetan dan sampah.

Posisi kedua diwakili oleh Vyt Karazija, seorang eskpatriat, yang menuliskan opininya di sebuah media berbahasa Inggris di Bali guna mengomentari pendapat IB. Ngurah Wijaya. Vyt menggunakan sudut pandang turis-turis yang datang ke Bali kemudian dibuat shock oleh berbagai permasalahan sosial dan lingkungan di Bali yang tidak pernah disebutkan dalam brosur-brosur perjalanan wisata, misalnya supir taksi ataupun money-changer yang tidak segan-segan ngemplang turis, kriminalitas, sampah dan polusi. Sederhananya, menurut Vyt, Bali tidak lagi menjadi tujuan wisata yang kompetitif sehingga turis berangsur-angur meninggalkan Bali, indikator awalnya, adalah semakin pelit mereka dalam membelanjakan uangnya.

Kedua sudut pandang tersebut sebenarnya memiliki kesamaan mendasar, yakni sama-sama menggunakan perspektif ekonomi. Para pengusaha resah dengan keberadaan para turis pelit di Bali karena mereka tidak menggunakan fasilitas yang ‘dijual’ oleh sang pengusaha. Sedangkan, para turis juga tidak mau mengeluarkan uang lebih untuk sesuatu yang telah usang dan tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan rekreasi dan mimpi-mimpi surga mereka.

Jikalau pun mereka mengungkapkan beberapa permasalahan lingkungan dan sosial, sebenarnya hal itu sekedar untuk memberikan justifikasi atas logika-logika ekonomi dan kenyamanan mereka selama ini. Jika kepentingan ekonomi dan kenyamanan mereka terpenuhi, sangat jarang mereka akan mengungkapkan permasalahan diatas. Bahkan, mereka akan cenderung menyembunyikannya rapat-rapat atau paling tidak mengelak bahwa corak produksi dan konsumsi pariwisata-lah yang menyebabkan permasalahan tersebut.

Jadi sebenarnya, perdebatan mereka merupakan selisih paham yang biasa terjadi diantara pedagang dan pembeli jasa pariwisata Bali dimana urusan uang dan kenyamanan menjadi panglima. Dengan demikian, maka pertanyaan selanjutnya, dimana posisi masyarakat Bali kebanyakan dan lingkungan hidup Bali dalam pertarungan produsen-konsumen ini?

Posisi Bisu Masyarakat dan Alam Bali
Jika dilihat corak produksi dan konsumsi dalam industri pariwisata di Bali, masyarakat Bali kebanyakan dan lingkungan-lah yang paling terkena dampak. Modal sosial masyarakat Bali yang termanifestasi dalam tradisi dan ritual serta nilai inheren dari lingkungan hidup berupa panorama alam dianggap barang bebas yang kemudian dikemas menjadi paket-paket pariwisata. Namun, suara-suara mereka nyaris tidak terdengar karena ditelan gemerlapnya pariwisata massal.

Ritual-ritual dibuat megah sehingga semakin memberatkan beban budaya masyarakat bawah. Ritual ini diharapkan menjadi etalase guna membangun citra bahwa Bali masih memegang teguh tradisi dan budayanya. Meski menimbulkan kebanggaan semu bagi orang Bali, citra ini sebenarnya dipergunakan sebesar-besarnya demi industri pariwisata yang terlanjur mencantumkannya dalam brosur pariwisata.

Selain itu, permasalahan sosial seperti kriminalitas, pemerasan terhadap turis, dan lainnya harus tidak dilihat sebagai fenomena sosial yang berdiri sendiri. Bukan berarti menjustifikasi terjadinya permasalahan sosial, memang dibutuhkan penelitian mengenai hubungan antara permasalahan ini dengan usaha masyarakat kelas bawah untuk survive di tengah beban budaya dan beban hidup yang semakin mengimpit dan kecemburuan sosial. Apalagi, tanah, aset warisan terakhir, pun telah habis terjual kepada broker property kelas dunia atau nominee bagi ekspatriat yang ingin memiliki kapling atau villa mewah di ‘surga.’

Selanjutnya, permasalahan lingkungan yang dihadapi Bali sebenarnya berhubungan erat dengan ekonomi politik pariwisata. Fenomena ‘fundamentalisme investasi’ di sektor pariwisata membuat pemerintah, LSM, lembaga adat, hingga ormas pemuda bahu-membahu untuk mendorong ekspansi modal pariwisata. Alhasil, dampak lingkungan menjadi urusan yang tidak prioritas untuk dibicarakan karena yang terpenting adalah menyediakan fasilitas yang memuaskan dan memanjakan kebutuhan borjua para turis, sebagai ‘kasta’ tertinggi di Bali. Akumulasi dampak lingkungan ini lah yang harus ditanggung masyarakat Bali saat ini.

Belum lagi ketidakadilan lingkungan menjadi semakin nyata. Misalnya dari ‘jejak karbon’ (carbon footprint) para turis yang terbang dari negara asal kemudian berkeliling Bali seharian telah berkontribusi besar pada pelepasan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Namun, masyarakat kecil seperti petani dan nelayan yang harus menjadi korban dampak perubahan iklim karena terbatasnya kemampuan mereka untuk beradaptasi. Selanjutnya, sering kali para turis acuh ketika air yang mereka gunakan di hotel, villa, kolam renang atau lapangan golf telah memperparah konflik air dan ketidakadilan dalam pemanfaatan air di Bali.

Singkatnya, pengusaha dan para turis dalam industri pariwisata baru akan berteriak ketika kenyamanan mereka selama ini terganggu. Karena mereka melihat Bali seperti taman bermain (bukan rumah) mereka. Akan segera mereka ditinggalkan ketika taman tersebut rusak akibat impotensi pemerintahnya dan impian ‘surga’ yang terus memodernisasi diri. Pada saatnya nanti, tinggalah kita, masyarakat Bali kebanyakan, yang harus membersihkan ‘kotoran’ sehabis pesta meriah para turis dan orang kaya, karena memang Bali adalah rumah kita. Bali bukanlah ‘surga’ ataupun ‘neraka’ tetapi ruang hidup yang mengharuskan kita terus berjuang untuk menjadikannya lebih baik.


Advokat-Aktivis cum Akademisi
Tinggal di Tabanan

 
telah dipublikasikan pada:  http://www.beritabali.com/index.php/page/opini/detail/Bali:-Antara-petikSurgapetik-dan-petikNerakapetik

8 komentar:

dongdong mengatakan...

20161.14wengdongdong
nike air max
louis vuitton handbags
ugg sale
coach outlet
louis vuitton borse
jordan 4 toro
oakley vault
nike air max uk
oakley sunglasses wholesale
ray ban outlet
burberry outlet
louboutin outlet
abercrombie & fitch
hollister clothing store
polo ralph lauren outlet
ugg sale
canada goose jackets
coach outlet online
michael kors bags
kate spade outlet
fitflops shoes
toms outlet
michael kors outlet
coach outlet
mont blanc pens
oakley sunglasses
ray ban sunglasses
toms outlet
timberland boots
burberry outlet
louboutin
true religion jeans
ugg outlet
canada goose sale
michael kors outlet
coach factory outlet
fitflops outlet
marc jacobs handbags
michael kors handbags
toms outlet store

chenlina mengatakan...

chenlina20160302
air force 1
toms shoes
christian louboutin shoes
oakley sunglasses outlet
michael kors handbags
oakley sunglasses
true religion outlet
swarovski outlet
tod's shoes
jordan retro
tod's shoes
tods outlet online
burberry outlet
coach outlet
christian louboutin shoes
coach outlet
ugg boots
ralph lauren uk
the north face outlet
louis vuitton handbags
michael kors handbags
ugg outlet
louis vuitton handbags
michael kors handbags
coach factory outlet
kobe 9
uggs for women
hollister
mont blanc legend
uggs outlet
nike air max
nike roshe run women
true religion outlet
coach factory outlet
ray ban sunglasses
ugg boots
oakley outlet
oakley vault
gucci outlet
louis vuitton
as

Xiaozhengm 520 mengatakan...

2016-3-18 xiaozhengm
cheap jordans
converse trainers
supra for sale
ture religion outlet
longchamp
gucci outlet
oakley sunglasses outlet
fitflops
ed hardy uk
michael kors outlet
michael kors outlet
cartier love bracelet
oakley sunglass
coach factory outlet
coach factory outlet
coach outlet
timberland boots
ferragamo shoes
adidas gazelle
reebok
michael kors outlet
michael kors bags
asics gel nimbus
coach outlet online
babyliss pro
oakley sunglasses
true religion
adidas shoes uk
coach outlet
louis vuitton bags
michael kors outlet
converse uk
new balance outlet
nike store
louis vuitton pas cher
fitflops sale clearance
air force 1
michael kors outlet online
nike air max uk
coach outlet

Chenzhen 20160303chenzhen mengatakan...

armani outlet
michael kors outlet
abercrombie outlet
north face jackets
vans store
lebron james shoes 12
yeezy boost 350 balck
stan smith adidas
omega speedmaster
buy red bottoms
ray ban sunglasses discount
fitflops shoes
coach outlet store online clearances
coach factory outlet online
michael kors outlet clearance
louis vuitton outlet online
toms outlet
louis vuitton outlet stores
louis vuitton outlet stores
adidas superstar white
cheap jordans
oakley sunglasses outlet
tiffany and co jewelry
pandora charms uk
coach outlet store
michael kors handbags
chaussure louboutin
burberry sale
michael kors bags
tory burch flats
abercrombie and fitch outlet
instyler max
jordan pas cher
air max 90
polo ralph lauren outlet
true religion jeans
christian louboutin uk
ray ban outlet store
rolex submariner
chenzhen20160519

Chenzhen 20160303chenzhen mengatakan...

versace sunglasses
michael kors outlet online
michael kors outlet online
michael kors uk
adidas supercolor pink
ray bans
hollister uk
timberland shoes
cartier love ring
armani exchange
adidas shoes
under armour outlet store
levis 511
cheap nfl jerseys
yeezy boost 350 white
louis vuitton uk
coach factory outlet
lacoste polo shirts
designer handbags wholesale
timberland boots on sale
converse outlet
hollister hoodies
louis vuitton borse
michael kors bags
polo ralph lauren
nmd adidas
michael kors outlet stores
wholesale nike shoes
christian louboutin outlet
red bottoms outlet online
prada handbags
ray ban outlet
michael kors handbags
kobe 11
cartier
christian louboutin shoes
cheap jordan shoes
polo ralph lauren
coach factory outlet
louboutin pas cher
chenzhen20160519

艾丰 mengatakan...

jianbin0812
michael kors outlet online
ugg boots clearance
moncler outlet
nike free run
toms shoes
canada goose coats
soccer jerseys
coach outlet
soccer jerseys
hollister
ferragamo shoes
pandora outlet
pandora jewelry
cheap oakley sunglasses
longchamp handbags
tiffany and co jewelry
moncler jackets
police sunglasses
oakley sunglasses
michael kors handbags
prada sneakers
ralph lauren outlet
nfl jerseys
tory burch outlet online
coach outlet clearance
cheap ugg boots
hollister sale
ray ban sunglasses
lacoste polo shirts
nike free running
abercrombie outlet
cheap mlb jerseys

Fangyaya mengatakan...

uggs on sale
louis vuitton handbags
louis vuitton outlet stores
concords 11
michael kors canada outlet
ugg italia
coach outlet
cheap jerseys
timberland boots
lebron 13
michael kors
air jordan 8
hogan scarpe
ralph lauren home
coach factory outlet online
louis vuitton outlet stores
louis vuitton outlet
new england patriots jerseys
mbt shoes
polo shirts
nfl jerseys wholesale
abercrombie and fitch outlet
los angeles clippers jerseys
toms shoes
cheap ray ban sunglasses
ray ban sunglasses uk
coach factory outlet
polo ralph lauren
adidas originals
ugg sale
canada goose jackets
ugg uk
kate spade handbags
cheap true religion
ugg uk
coach factory outlet online
ladies cartier watches
cheap oakleys
uggs sale
michael kors handbags
20168.13chenjinyan

caiyan mengatakan...

ralph lauren outlet
oakley vault sunglasses
red bottoms
coach outlet
coach outlet
ugg outlet
michael kors purses
cheap ray ban sunglasses
oakley sunglasses
rayban
20611018caiyan