Rabu, 07 Agustus 2013

'Pulau Koloni' Untuk Mereka Yang Kaya



‘Pulau Koloni’ Untuk Mereka Yang Kaya
(Surat Terbuka Menanggapi Artikel Gubernur Bali)

Oleh:

Agung Wardana



Kepada Yth. Tuan Gubernur Bali,

Pertama-tama, saya sebagai warga Bali yang berada di luar negeri berterima kasih atas perkenan Tuan Gubernur untuk menuliskan opini melalui artikel sebuah media online yang berjudul “Reklamasi Teluk Benoa untuk Masa Depan Bali”. Artikel yang merupakan upaya Tuan dalam melakukan counter - lebih tepatnya akomodasi - argumen yang muncul pada Dialog Terbuka, tertanggal 3 Agustus 2013 di Wisma Sabha ini telah membantu saya memahami apa yang kini sebenarnya sedang terjadi di Bali.

Berdasarkan artikel yang Tuan tuliskan dan sebarkan, saya bermaksud memberikan tanggapan. Terdapat beberapa hal yang masih mengganjal dan harus saya ungkapkan sebagai wujud kepedulian saya terhadap tanah kelahiran, Bali, dan kontribusi berdasarkan swadarma saya. Adapun pendapat saya adalah sebagai berikut:

Pertama, saya harus menolak usaha Tuan untuk mereduksi megaproyek menjadi ‘reklamasi’. Hal ini telah pula saya sampaikan pada tulisan saya sebelumnya. Bahwa mereduksi megaproyek ke dalam satu bentuk kegiatan saja (reklamasi) akan berpotensi untuk mengaburkan corak ekonomi-politik yang menjadi tujuan megaproyek ini ke dalam suatu kegiatan teknis belaka. Megaproyek tersebut tidak hanya terdiri dari kegiatan reklamasi (pengurugan) tetapi akan dilanjutkan dengan pembuatan pulau lengkap dengan kompleks akomodasi pariwisata dan fasilitas pendukung. Tidak hanya itu, proses produksi dan reproduksi relasi sosial untuk mendukung produksi merupakan bagian integral dari megaproyek nantinya.

Karena totalitas proses kegiatan hanya memiliki satu tujuan utama, yakni akumulasi modal, maka saya lebih suka menyebutnya sebagai megaproyek ‘pulau koloni’. Ya! Bersama ndoro investor, Tuan sedang memimpikan sebuah pulau koloni di mana masyarakat Bali hanya akan menjadi pelayan bagi orang-orang kaya penghuni koloni. Sekolah dan rumah sakit pun Tuan sediakan untuk membuat para pelayan selalu sehat dan semakin terampil dalam melayani kepada sang ndoro majikan. Nilai ideal pendidikan - sarana untuk ‘memanusiakan’ manusia – telah Tuan ubah menjadi sarana mencetak pelayan-pelayan mereka yang berduit dan berkuasa.

Kedua, saya berusaha memahami argumentasi Tuan bahwa jika pulau koloni ini kelak terbentuk maka akan menjadi milik masyarakat Bali. Daratan dan luasan hutan Bali juga akan bertambah, menurut Tuan. Jika memang benar pulau yang Tuan maksud sebagai milik rakyat Bali, maka rezim yang seharusnya mengatur adalah ‘common property’ (aset bersama) yang berhak dinikmati oleh siapa pun rakyat Bali tanpa membedakan kelas, etnis dan gender. Namun, melihat masterplan-nya, pulau koloni itu merupakan semi publik-private property, konon milik publik tetapi dibawah penguasaan privat (investor). Syarat-syarat yang Tuan sebutkan dalam SK pun hanya merupakan formalitas yang umumnya ada dalam setiap SK untuk para investor.

Sebenarnya, kami yang menolak ajakan Tuan untuk bermimpi ingin menanyakan hal yang jauh lebih dalam dari sekedar hitung angka di atas kertas. Kepada siapa pulau itu akan dipersembahkan, dan siapa yang menjamin bahwa kami rakyat Bali yang miskin akan diberikan hak untuk menikmati pulau tersebut tanpa harus merasa dicurigai akan merusak kenyamanan para penghuninya? Kami telah cukup belajar dari pengalaman bagaimana kami digeledah, diperiksa, dan dipantau ketika ingin menikmati kawasan pariwisata yang konon milik kami juga. Sehingga hal ini tidak sesederhana urusan kepemilikan dan luasan daratan atau hutan semata namun menyentuh ranah keadilan

Ketiga, saat awal-awal menjabat sebagai Gubernur Bali, Tuan begitu semangat untuk menjadi ‘gubernur air’. Tuan mengetahui dengan baik bahwa air merupakan elemen penting bagi keberlangsungan kehidupan di Bali. Tuan juga paham betul bahwa konsumen air paling besar di Bali adalah industri pariwisata. Celakanya, industri pariwisata menjadikan air sarana untuk bersenang-senang (pleasure) di saat masih banyak masyarakat Bali yang kesulitan mengakses air bersih. Tidakkah ini bentuk penghinaan terhadap masyarakat Bali?

Namun dalam artikel Tuan tidak ada satu pun yang menyebutkan kata ‘air’ padahal air masih tetap menjadi faktor penting yang harus ada di pulau koloni tersebut. Memprioritaskan air yang kami miliki untuk melayani kesenangan para penghuni koloni berarti Tuan hanya akan memperparah tensi bahkan konflik perebutan air di Bali. Mungkin sebaiknya Tuan mulai berpikir untuk mengubah ‘mimpi’ untuk menjadi ‘gubernur air’ menjadi ‘gubernur pulau (koloni)’.

Keempat, saya melihat Tuan blunder dalam menghubungkan industri pariwisata dan konversi lahan dengan membuat pulau koloni sebagai jawabannya. Namun yang menarik adalah Tuan mengakui jika konversi lahan diakibatkan oleh pembangunan. Tentu pembangunan ini tidak bisa dilepaskan dari ranah kebijakan. Bukankah kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan Tuan yang memicu derasnya konversi lahan produktif dengan mengistimewakan ekspansi dan perluasan industri pariwisata dan real estate di Bali? Jikalaupun pulau koloni tersebut beroperasi, tidak ada jaminan industri pariwisata dan real estate di Bali akan menghentikan ekspansi-nya dalam ‘mencaplok’ kawasan pertanian. Adalah salah satu satu hukum dasar kapitalisme untuk terus bertumbuh dan berkembang.

Kelima, Tuan bermain wacana di ranah ‘bencana’. Bersama investor, Tuan mengetahui betul bahwa Bali adalah kawasan rawan bencana karena berada dalam jejeran ring of fire dan masyarakat pun telah dibombardir pemberitaan tentang dampak bencana yang mengerikan. Di sini, Tuan mengeksploitasi ketakutan/kecemasan masyarakat untuk memberikan justifikasi terhadap megaproyek yang konon untuk menangkal bencana tsunami. Betapa malaikat telah mengubah investor menjadi seorang filantropis yang sengaja membangun pulau indah lengkap dengan fasilitasnya untuk  dipersembahkan sebagai penangkal tsunami. Apakah Tuan beserta investor ini juga sedang merencanakan untuk menjadikan para penghuni koloni sebagai garda-garda hidup penghadang gelombang tsunami sebelum mencapai daratan Bali? Wah, bagi seorang yang skeptik, hal ini too good to be true!

Selanjutnya, saya berterima kasih kepada Tuan karena telah membawa argumentasi ‘keamanan’ dalam artikel Tuan. Argumentasi ini membuat saya lebih mudah memahami apa yang sebenarnya Tuan sebut sebagai ‘terobosan dalam pembangunan pariwisata’ di Bali. Nampaknya Tuan sedang merespon kondisi industri pariwisata Bali yang oleh Claudio Minca dinamakan ‘Bali Syndrome’ (Sindrom Bali). Di tengah kejenuhan industri pariwisata dibutuhkan upaya untuk melakukan re-teritorialisasi kawasan pariwisata yang telah mapan melalui kolonisasi dan segregasi (pemisahan) antara turis dari masyarakat lokal. Tujuannya, untuk menjauhkan para penghuni koloni dari gangguan keamanan yang selama ini sering menyasar turis dan kawasan pariwisata di Bali.

Budaya tetap akan menjadi komoditas, namun ‘atraksi’-nya akan mengambil tempat dengan kawasan koloni. Galeri dan panggung kesenian akan dibuat sedemikian rupa di ruang koloni guna mensimulasi serta meromantisasi Bali demi memuaskan hasrat penghuni koloni yang dibentuk oleh brosur pariwisata. Maksudnya, mengkonsumsi atraksi dan artefak budaya tanpa harus bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat lokal yang cenderung tidak mengindahkan lagi doktrin ‘sapta pesona’. Kawasan pariwisata yang terpisah (koloni) akan lebih memudahkan kontrol dan pengawasan negara dan pemilik modal tentang siapa dan apa yang bisa keluar-masuk koloni demi menjaga kenyamanan penghuninya.

Terakhir, dalam kesempatan Dialog Terbuka, dihimbau bahwa tidak ada lagi demonstrasi penolakan terhadap proyek pulau koloni. Alasannya karena pihak-pihak pro dan kontro sudah menyampaikan pendapatnya dan akan ada rangkaian even internasional di Bali, seperti Miss World, APEC, dll. Bahwa menurut saya tidak ada hubungan logis antara dialog terbuka dengan demonstrasi penolakan terhadap megaproyek pulau koloni. Berdemonstrasi atau menyampaikan pendapat merupakan hak setiap orang sehingga tidak bisa Tuan larang hanya karena Bali akan menjadi tuan rumah even internasional. Justru masyarakat Bali harus menyebarluaskan pendapat kritisnya tentang apa manfaat dan dampak even internasional tersebut terhadap kehidupan mereka.

Jika sebuah konferensi bertujuan untuk merundingkan ‘penggusuran’ terhadap rumah kami, maka kami tidak mungkin hanya menjadi tuan rumah yang ramah. Kami harus menjadi tuan rumah yang cerdas dan kritis karena rumah (tanah Bali) adalah pertahanan terakhir yang kami miliki. Kami akan mulai pelajari perdagangan bebas yang akan menajdi agenda konferensi APEC. Artikel Tuan pun mengakui dampak negatif perdagangan bebas terhadap Bali dalam konteks tenaga kerja, dimana tenaga kerja lokal nantinya harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Proyek koloni ini sendiri akan beroperasi dalam lima tahun mendatang sedangkan pasar bebas ASEAN akan dimulai dua tahun lagi. Pertanyaannya, apakah pulau koloni ini dibuat untuk menampung tenaga kerja lokal atau justru merupakan eksperimen untuk melihat bagaimana persaingan tenaga kerja secara terbuka di era globalisasi? Hanya Tuhan, Tuan, dan ndoro investor yang tahu jawabannya.


Penulis, Aktivis Lingkungan
Mahasiswa Doctor of Philosophy (PhD)
Murdoch University, Australia

34 komentar:

Anonim mengatakan...

setelah membaca artikel ini, saya langsung setuju, semua nya telah benar-benar persis terangkum di tulisan Bli agung wardana, air misal nya, saya yg warga bali dan tinggal di nusadua sudah menjadi rutinitas utk berbagi air tiap hari berdasarkan jam pemakaian, karena terlalu banyak nya pemakaian air oleh masyarakat perumahan, hotel dll,berbanding terbalik dengan debit air yg sudah jauh berkurang, ironis nya, villa, city hotel, ruko, mengalahkan jamur di musim hujan perkembangan nya. tapi yang saya heran ijin2 itu seperti nya sangat gampang untuk di dapat,tidak peduli jarak, tata ruang, lingkungan sekitar. pohon perindang pun skr sudah sangat sulit di temukan di kiri kanan jalan krn di babat habis untuk pembangunan trotoar pejalan kaki (yg arti nya tempat pejalan kaki pun sulit sampe harus membabat pohon perindang yg 1-2 biji itu jumlah nya)..sedih, dan ironis sekali melihat BALI skr, mreka tidak pernah merasakan menanam mangrove ber lumpur2 dan dan menyangga nya satu persatu agar pohon itu hidup dan bs menjaga rawa dan menahan abrasi pantai!,BALIKU- IRONIS!

Anonim mengatakan...

pak agung, tiang minta ijin tulisan pak agung tiang muat ring status FB tiang..dados ngih?

Anonim mengatakan...

seharusx tidak perlu ada reklamasi, kalo memang investor ingin membangun, knapa hanya harus dbali selatan, daerah utara dan timur sma skali tidak mndapat prhatian. kalo membangun sarana wisata, dpulau nusa penida juga masih bisa dkembangkan untuk pemerataan pembangunan. TOLAK REKLAMASI HARGA MATI! !!!!!

okA mengatakan...

Ibu saya yang tidak tamat sd saja mengerti mengenai dampak reklamasi itu akan sperti apa..dia sangat sedih melihat pulau serangan setelah direklamasi..jangankan mereklamasi spt itu dan membabat pohon pohon mangrove.dia melihat saya anaknya mencabut satu tanaman saja dia bs mengingatnya bertahun tahun ...tp kenapa seorang gubernur yg seharusnya lbh berpendidikan dan lbh paham tdk belajar dr org tua kita yg sangat dekat dgn alam ..saya pikir ini sekedar project EGO MANUSIA..anda pikir setelah anda menjabat menjadi seorang gubernur anda bisa memakai kekuasaan sesuka hati mu...rKyT bali harus bersatu utk menolak reklamasi..

Nyoman mengatakan...

Jepang yang teknologinya muktahir aja luluh lantah karena Tsunami, ini Fuckstika yang cuman tau bahasa aja bergaya tau cara menangkal Tsunami! wahai Tuan Tukang Caplok....jangan sekali2 Tuan menantang alam, karena kami yakin, ketika bencana datang, Tuan dan para sengkuni dan juga ndoro investor akan lari tunggang langgang dengan jet dan helikopter pribadi kalian, ketempat yang lebih enak dan aman..sambil menikmati uang haram!! ingat karma Tuan...tuan menanam kelak tuan lah yang akan menerima akibatnya!

Anonim mengatakan...

benarjuga yang anda sampaikan kawan
pemikiran yang sangat logis terhadapa dampak dari reklamasi

Anonim mengatakan...

Tiang sangat setuju apa yang di tulis oleh Pak Agung. Suksema ulasannya sangat mendasar. Apakah boleh tiang shere tulisan ini ke FB.?

Agung Wardana mengatakan...

@All: Suksma respon-nya. Bagi yang berkenan untuk share tulisan ini, menggandakan, atau copy-paste dsb, dipersilakan dengan senang hati.

Damai,
Agung Wardana

Anonim mengatakan...

Kalimatnya dirangkai indah seperti rangkaian bunga. Pasti paper hasil riset S3nya juga sebagus niki. Daripada bapak menyampaikan sepenggal2 kulit-kulitnya saja, mending di halaman niki bapak tuliskan sedetail mungkin apa dampak negatifnya, sesuai dengan latar belakang dan pengetahuan yang bapak miliki. Lumayan sebagai tambahan pengetahuan untuk masyarakat :) Kalau si Tuan yang bapak maksud membaca tulisan ini, tentu si Tuan juga bisa memahami dengan jelas apa maksud bapak.

Anonim mengatakan...

Pak Wardana, sepertinya bapak kurang kasih sayang nggih? Pikiran bapak yang tertuang dalam tulisan-tulisan bapak sangat negatif dan komentar-komentar bapak terkesan sangat kasar dan arogan.

Anonim mengatakan...

Kalaupun komentar pada tulisan ini dirasa negatif, karena memang itulah dampak yang diakibatkan oleh reklamasi ini. Memang kita kurang kasih sayang oleh Tuan kita. Ia hanya sayang kepada ndoro, sehingga saya tidak menyalahkan jika kita sedikit terkesan kasar dan arogan

Agung Wardana mengatakan...

@All: Sekali lagi terima kasih atas responnya. Mohon maaf saya tidak bisa merespon pendapat dan masukan bapak/ibu satu persatu karena anonim. Tidak masalah. Karena tidak ada yang merespon atau membantah argumentasi-argumentasi saya, saya anggap bapak/ibu sepaham dengan saya. Mungkin hanya urusan pemilihan kata yang saya gunakan terkesan kasar dan arogan. Saya pahami itu sebagai standar yang merupakan hasil konstruksi sosial jadi maaf jika bagi sebagai masyarakat ini dianggap kasar dan arogan. Kedua, saya tidak menuliskan dampak negatifnya karena memang saya merespon artikel dari tuan gubernur Bali. Ketiga, kalau urusan kasih sayang justru saya memiliki kasih sayang yang jauh lebih besar dari orang-orang sekitar saya sehingga kasih sayang itu juga membuat saya memberikan kasih sayang saya pada tanah kelahiran saya Bali.

Damai,
Agung Wardana

Putu Rustika mengatakan...

Moga Tuan Gubernur dibukakan mata dn hatinya membaca jeritan rakyatnya, salut utk tulisan ini, andai saja ada banyak Agung Wardana di Bali mungkin perjuangan kita tidaklah berat

Anonim mengatakan...

Betul sekali Putu Rustika, perjuangan untuk mengajegkan Bali pasti lancar. Apalagi kalau Agung Wardana bisa jadi Gubernur Bali. Bali akan tetap asri, perairan Bali akan lestari, udara juga bersih. Akan ada banyak peraturan khususnya untuk pelestarian alam..demi tanah Bali, demi ibu pertiwi. Misalnya dilarang mengendarai mobil, sebab akan menyebabkan polusi. Penerbangan di stop, Bandara Ngurah Rai juga akan segera di non aktifkan. Demi Bali. Pesawat memerlukan bahan bakar. Asapnya akan mengotori atmosfir bumi. Bahan bakarnya di dapat dari mana? dengan cara apa? sudah pasti dengan cara merusak alam. Ya kan? Hal-hal seperti ini akan merusak Bali. Jalan tol yang baru diresmikan juga akan dibongkar. Buat apa? Semua masyarakat harus jalan kaki, demi bumi lestari. Bali harus tetap ajeg, seperti jaman dulu. Bahkan kalau bisa mungkin agung Wardana akan memerintahkan semua masyarakat untuk tidak memakai baju. Karena bahannya dari apa? dibuat dengan cara bagaimana kalau tidak dengan merusak alam? Oh ya..satu lagi. Mungkin saat ini Agung Wardana sedang menulis hasil penelitian S3 nya di atas batu. Kalau kertas, kan dibuat dari penebangan pohon. Bahan-bahannya mungkin saja hasil penebangan liar hutan di Kalimantan. Pake komputer? sepertinya juga dosa..dari melihat postingannya di blog ini, rasanya Agung Wardana tidak akan menggunakannya. Komputer bahannya dari apa kalau juga bukan dari hasil merusak bumi? Kalau Agung wardana jadi gubernur, tentu semua sekolah hanya mengajarkan anak-anak tentang menanam pohon. Demi bumi, demi Bali, demi ibu pertiwi. Semua nelayan dilarang menggunakan mesin di perahunya, hanya sampan yang boleh. Biar tidak merusak ekosistem. Mungkin saat ini Agung Wardana memilih untuk tinggal di hutan Australia bersama kangguru, karena pembangunan gedung juga mengakibatkan perusakan alam. Terutama kayu yang di tebang, kemudian bahan-bahan pembangunannya juga dari alam semua.


Salam Bumi.

Anonim mengatakan...

Buat anda semua yg sudah ikut2an mengkanbinghitamkan seseorang itu berarti anda juga termakan hasutan lawan politik seseorang. Jangan mau dihasut utk menyerang seseorang, mari sama2 kita kritisi kebijakannya. Eksekutif dalam membuat suatu kebijakan pasti ada peran legislatif, ibarat mengendarai mobil pemerintah injak gas, DPRD harus injak rem shg tdk terjadi tabrakan.
Kita harus cerdas menanggapi masalah ini, bila perlu libatkan KPK utk mengetahui apakah beliau mempunyai maksud negatif dibelakangnya atau memang murni akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat level bawah yg bisanya kerja juga hanya sebagai pelayan investor "istilah ndoro calon S3 Aussy" beda dengan Ndoro yg bisa jadi GM dsana (tapi sama juga namanya pelayan investor, bedanya gaji ndoro lebih gede)
Bali tidak bisa pasrah dan stagnan dgn kehendak alam, kita diberikan kekuatan akal adalah utk melakukan sesuatu, klo dgn teknologi kita bisa buat pulau bali satu lagi kenapa tidak??
Jangan pernah takut dengan kemajuan, seperti yg ditakuti Ndoro Agung (ehhh tapi ndoro kuliah di negara maju juga ya??) hehehe...di aussy ada reklamasi tdk ndoro?
Semua pilihan ada resikonya, yg memilih kita sendiri. Jika masyarakat merasa sesuatu kebijakan akan berdampak negatif baginya maka sdh kewajibannya utk bersikap kritis namun tetaplah jangan anarkis, krn kalo kita perhatikan lebih jauh dan lebih dalam lagi, ada juga pihak2 yg saya nilai bermain dalam menentang kebijakan ini. Ujung2nya mungkin saja yg besuara lantang menunggu dan berharap perhatian investor dgn bahasa org awam "woooiii...Lu orang buat gitu kaga sowan ke gua! klo masih ga sowan gw tetep ribut neh!" wkwkkwkwkw....
So...be smart be carefull

Agung Wardana mengatakan...

Dear Putu Rustika: terima kasih apresiasinya. Saya hanya menuangkan kegelisahan saja, jika kegelisahan ini bersambut maka kita sedang memiliki masalah bersama.

Dear para anomin selanjutnya, terima kasih juga masukannya. Hal ini sangat berarti bagi saya untuk melihat sejauh mana publik mampu berdinamika secara kritis tentang hal-hal yang substansial. Tanpa terpengaruh pada serangan yang bersifat personal, ada beberapa hal yang akan saya respon:

Pertama, kita belum sepakat apa yang dimaksud dengan kata 'kemajuan'. Saya tidak anti-kemajuan (tentu dalam makna yang berbeda dengan 'kemajuan' yang anda-anda maksud) karena kemajuan yang anda maksud adalah pembangunan yang bersifat fisik dan bermuara pada kondisi menang-kalah dari para aktor pembangunan. Akan selalu ada yang kalah dalam cara anda memandang kemajuan, dan dalam pengalaman manusia yang kalah lebih sering pihak yang tidak punya kuasa (power) baik ekonomi dan politik. Sedangkan yang menang akan selalu yang berada diatas dan berkuasa.


Kedua, hal ini tentu berkaitan dengan poin pertama tadi. Kritik ekonomi-politik saya terhadap kondisi Bali tidaklah serta merta membawa saya pada posisi yang romantis (atau menginginkan Bali seperti dulu). Bahwa posisi romantis itu tidak realistis dan kita tidak mungkin kembali ke masa lalu. Mungkin anda terlalu termakan jargon salah satu media massa konservatif di Bali dengan jargon Ajeg bali sehingga anda menilai orang yang kritis terhadap pembangunan adalah orang yang pro-Ajeg Bali. Sungguh pandangan yang naif dan sempit karena anda memandang dunia ini secara hitam putih. Jika saya menolak warna putih, maka saya mendukung warna hitam. Anda lupa bahwa dari warna hitam ke warna putih itu terdapat spektrum warna yang sangat kaya yang tidak cukup disimplifikasi dalam dikotomi 'hitam/putih'. Saya menolak dikotomi anda dalam kasus ini. Saya mengambil posisi kritis terhadap pembangunan pulau koloni dan saya juga skeptis terhadap pendekatan romantis dalam melawannya.

Ketiga, saya tidak disetir oleh pihak manapun juga dalam mengeluarkan tulisan ini. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, mau Pastika, Puspayoga, Satria Narada, Cok Rat atau elit lainnya yang jadi Gubernur saya tidak peduli dan saya akan tetap mengambil posisi kritis terhadap kebijakan mereka jika saya nilai tidak adil.

Semoga bisa menjawab.

Damai,

Agung

Anonim mengatakan...

Maaf saya juga ingin menuliskan ekspresi dari kecemasan saya sebagai masyarakat Bali.Saya sangat setuju apa yg dipaparkan oleh Agung Wardana sudah sangat jelas. Coba bisa di cek di Seminyak, Canggu dan sekitarnya siapa yang menguasai rumah rumah mewah dan mengelimasi sawah sawah disana? Mereka begitu mudahnya memberikan ijin untuk membangun sebuah istana yang hanya bisa dinikmati oleh orang orang berduit. Pemerintah begitu mudah nya dibayar oleh orang orang yg Serakah. Maaf dalam bahasa inggris nya bisa saya katakan The goverment is being fueled n fueled by greed. Kondisi Bali sekarang adalah for Sale. Investor memanfaat kelemahan pemerintah kita yang serakah. Ini mungkin tidak disadari oleh pemerintah kita. Tapi mata Investor tdk tertutup mereka tau betapa haus nya kita terhadap Dolar. Saya terkadang merasa frustrasi sebagai warga negara melihat betapa sedikitnya peran pemerintah untuk membantu sekedar untuk melestarikan lingkungan dan memberikan sedikit penyuluhan tentang betapa penting nya lingkungan yang sehat dan bersih. Betapa tipisnya ikut campur tangan pemerintah sekedar unt mencerdaskan anak bangsa. Kadang saya berpikir kalau pemerintah kita tidak pernah menginginkan kita menjadi anak yang cerdas, karena akan mempersulit mereka untuk mengatur dan menguasai kita.
Saya perhatikan belakangan ini betapa sedikit nya lahan hijau yang masih tersisa. Bali menjadi lautan hotel, villa, dan rumah mewah. Orang bali sendiri hanya akan bangga menjadi tukang kebun, security atau pembersih kamar mandi.
Maaf ini hanya ekspresi kecemasan saya sebagai masyarakat Bali yang perlahan lahan akan punah.
»̶·̵̭̌✽̤̥̈̊ "Sűƙs♍ά̲̣" ✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶ sudah mengijinkan saya untuk menulis.

Dyah mengatakan...

Mas Agung, singkat, padat tapi pas tulisan Anda, bikin aku salut.
Terasa sedikit membasuh keresahan tentang masa depan Bali yang bikin kutakut,
sayangnya tuk meracik obatnya masih di tangan orang-orang berjaket pemerintah berorientasi asal rekening gendut,
sayangnya lagi masyarakat banyak yang penakut.
Apalagi perpanjangan tangan investor yang lihat dollar langsung manut-manut.
Bumi Bali ini jadi dibiarkan penyakitnya tambah akut.

Mu Lin mengatakan...

hermes birkin price
mcm bags
louis vuitotn speedy
michael kors purses
chanel bags
cheap michael kors handbags
black chanel bag
coach crossbody bags
louis vuitton messenger bag
michael kors crossbody
louis vuitton damier
coach outlet
gucci loafers men
prada handbags sale
burberry backpack
gucci sunglasses for women
chanel tote bag
longchamp sale
burberry men's wallet
burberry crossbody
burberry sale
chanel wallet
coach shoulder bags
burberry men
louis vuitton purses
burberry handbag
michael kors handbags on sale
burberry purses
gucci backpack
gucci diaper bag
burberry
coach wallets
louis vuitotn speedy

Wenhao Guo mengatakan...

ralph lauren sale
cheap ray ban sunglasses
cheap oakley sunglasses
chicago bears
chanel outlet store online
new york jets
lululemon outlet store
miami heat
coach outlet online
chicago blackhawks
michael kors uk outlet
new york giants
ugg clearance
arizona cardinals
kobe bryants shoes 2015
north face jackets,north face,the north face,northface,north face outlet,north face jackets clearance,the north face
air jordan 4 free shipping
louis vuitton handbags outlet store
hollister
designer handbags
longchamp bags
hermes belt for men
vans sneakers
monster beats
gucci
vvvddddd1104

dongdong mengatakan...

20161.14wengdongdong
coach factory outlet
jordans shoes
cheap ugg boots
adidas trainers
ray bans
gucci outlet
pandora jewelry
adidas gazelle
coach outlet
new balance outlet
coach factory outlet
michael kors
air max 95
nike outlet
michael kors outlet
kate spade uk
louis vuitton outlet
chaussure louboutin
louis vuitton handbags
nike trainers
coach outlet
christian louboutin shoes
nike free runs
nike outlet store
cheap ugg boots
michael kors uk
ugg boots
coach factorty outlet
tiffany and co
coach factory outlet
michael kors outlet
jordan shoes
basketball shoes
kate spade
air max
coach factory outlet
nike cortez
ed hardy outlet
jordan pas cher
ralph lauren pas cher

chenlina mengatakan...

chenlina20160302
air force 1
toms shoes
christian louboutin shoes
oakley sunglasses outlet
michael kors handbags
oakley sunglasses
true religion outlet
swarovski outlet
tod's shoes
jordan retro
tod's shoes
tods outlet online
burberry outlet
coach outlet
christian louboutin shoes
coach outlet
ugg boots
ralph lauren uk
the north face outlet
louis vuitton handbags
michael kors handbags
ugg outlet
louis vuitton handbags
michael kors handbags
coach factory outlet
kobe 9
uggs for women
hollister
mont blanc legend
uggs outlet
nike air max
nike roshe run women
true religion outlet
coach factory outlet
ray ban sunglasses
ugg boots
oakley outlet
oakley vault
gucci outlet
louis vuitton
as

chenlina mengatakan...

chenlina20160302
air force 1
toms shoes
christian louboutin shoes
oakley sunglasses outlet
michael kors handbags
oakley sunglasses
true religion outlet
swarovski outlet
tod's shoes
jordan retro
tod's shoes
tods outlet online
burberry outlet
coach outlet
christian louboutin shoes
coach outlet
ugg boots
ralph lauren uk
the north face outlet
louis vuitton handbags
michael kors handbags
ugg outlet
louis vuitton handbags
michael kors handbags
coach factory outlet
kobe 9
uggs for women
hollister
mont blanc legend
uggs outlet
nike air max
nike roshe run women
true religion outlet
coach factory outlet
ray ban sunglasses
ugg boots
oakley outlet
oakley vault
gucci outlet
louis vuitton
as

Xiaozhengm 520 mengatakan...

2016-3-18 xiaozhengm
ray ban
rolex submariner
rolex watches
kate spade outlet
omega watches
michael kors uk
ray ban sunglasses
toms outlet
coach factory outlet
coach outlet online
calvin klein underwear
ed hardy outlet
kate spade outlet online
nike tn
michael kors outlet
ray bans
michael kors outlet online
michael kors outlet
prada outlet
ghd hair straighteners
ray ban outlet
ralph lauren outlet
true religion outlet
ugg boots
true religion jeans
cartier watches
michael kors handbags
nike air max shoes
coach outlet
vans sk8 hi
ralph lauren uk
christian louboutin uk
ralph lauren outlet
oakley sunglasses
toms
vans shoes
michael kors outlet
michael kors outlet
polo outlet
michael kors handbags

Xiaozhengm 520 mengatakan...

2016-3-18 xiaozhengm
cheap jordans
converse trainers
supra for sale
ture religion outlet
longchamp
gucci outlet
oakley sunglasses outlet
fitflops
ed hardy uk
michael kors outlet
michael kors outlet
cartier love bracelet
oakley sunglass
coach factory outlet
coach factory outlet
coach outlet
timberland boots
ferragamo shoes
adidas gazelle
reebok
michael kors outlet
michael kors bags
asics gel nimbus
coach outlet online
babyliss pro
oakley sunglasses
true religion
adidas shoes uk
coach outlet
louis vuitton bags
michael kors outlet
converse uk
new balance outlet
nike store
louis vuitton pas cher
fitflops sale clearance
air force 1
michael kors outlet online
nike air max uk
coach outlet

Chenzhen 20160303chenzhen mengatakan...

armani outlet
michael kors outlet
abercrombie outlet
north face jackets
vans store
lebron james shoes 12
yeezy boost 350 balck
stan smith adidas
omega speedmaster
buy red bottoms
ray ban sunglasses discount
fitflops shoes
coach outlet store online clearances
coach factory outlet online
michael kors outlet clearance
louis vuitton outlet online
toms outlet
louis vuitton outlet stores
louis vuitton outlet stores
adidas superstar white
cheap jordans
oakley sunglasses outlet
tiffany and co jewelry
pandora charms uk
coach outlet store
michael kors handbags
chaussure louboutin
burberry sale
michael kors bags
tory burch flats
abercrombie and fitch outlet
instyler max
jordan pas cher
air max 90
polo ralph lauren outlet
true religion jeans
christian louboutin uk
ray ban outlet store
rolex submariner
chenzhen20160519

艾丰 mengatakan...

jianbin0812
longchamp handbags
michael kors uk outlet
ugg uk outlet
tiffany jewelry
michael kors handbags
ralph lauren outlet
hollister shirts
mulberry handbags
true religion jeans
cheap mlb jerseys
air jordan shoes for sale
longchamp pas cher
mulberry outlet,mulberry handbags outlet
canada goose uk
adidas nmd
coach factory outlet
foamposite shoes
coach outlet
michael kors outlet
louis vuitton bags
iphone case
hermes belt
gucci outlet online
ralph lauren uk
mulberry bags
swarovski crystal
christian louboutin uk
coach outlet clearance
dior outlet
louis vuitton outlet online
cheap jordans
michael kors outlet
jordan 4

艾丰 mengatakan...

jianbin0812
michael kors outlet online
ugg boots clearance
moncler outlet
nike free run
toms shoes
canada goose coats
soccer jerseys
coach outlet
soccer jerseys
hollister
ferragamo shoes
pandora outlet
pandora jewelry
cheap oakley sunglasses
longchamp handbags
tiffany and co jewelry
moncler jackets
police sunglasses
oakley sunglasses
michael kors handbags
prada sneakers
ralph lauren outlet
nfl jerseys
tory burch outlet online
coach outlet clearance
cheap ugg boots
hollister sale
ray ban sunglasses
lacoste polo shirts
nike free running
abercrombie outlet
cheap mlb jerseys

Fangyaya mengatakan...

uggs on sale
louis vuitton handbags
louis vuitton outlet stores
concords 11
michael kors canada outlet
ugg italia
coach outlet
cheap jerseys
timberland boots
lebron 13
michael kors
air jordan 8
hogan scarpe
ralph lauren home
coach factory outlet online
louis vuitton outlet stores
louis vuitton outlet
new england patriots jerseys
mbt shoes
polo shirts
nfl jerseys wholesale
abercrombie and fitch outlet
los angeles clippers jerseys
toms shoes
cheap ray ban sunglasses
ray ban sunglasses uk
coach factory outlet
polo ralph lauren
adidas originals
ugg sale
canada goose jackets
ugg uk
kate spade handbags
cheap true religion
ugg uk
coach factory outlet online
ladies cartier watches
cheap oakleys
uggs sale
michael kors handbags
20168.13chenjinyan

caiyan mengatakan...

ralph lauren outlet
oakley vault sunglasses
red bottoms
coach outlet
coach outlet
ugg outlet
michael kors purses
cheap ray ban sunglasses
oakley sunglasses
rayban
20611018caiyan

Unknown mengatakan...

armani exchange
michael kors handbags sale
ralph lauren
yeezy boost 350 white
nike tn
bills jerseys
cheap mlb jerseys
nike trainers uk
louis vuitton pas cher
cheap nike shoes sale

chenmeinv0 mengatakan...

calvin klein
pandora jewelry
oakley vault
louboutin paris
reebok outlet
prada handbags
adidas outlet
under armour shoes
nfl jerseys
mlb jerseys
2017.3.17xukaimin

adidas nmd mengatakan...

tods outlet
cheap nfl jerseys
true religion outlet
nike factory outlet
ray ban sunglasses
nike outlet
nike blazer pas cher
carolina jerseys
ray ban sunglasses
kate spade outlet

adidas nmd mengatakan...

denver broncos jerseys
snapbacks wholesale
polo ralph lauren outlet
cheap ray ban sunglasses
ralph lauren polo
coach outlet online
ralph lauren outlet
saics running shoes
nike huarache
new york giants jerseys